AOjol Meninggal Ditabrak ksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025 di pusat kota menyisakan duka mendalam. Seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan taktis barracuda milik aparat kepolisian yang tengah mengamankan jalannya aksi. Peristiwa tragis ini sontak mengundang perhatian publik dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Ojol Meninggal Ditabrak Kronologi Kejadian
Menurut saksi mata, insiden bermula ketika situasi di sekitar gedung pemerintahan memanas. Aparat keamanan mulai menggerakkan kendaraan taktis untuk membubarkan massa yang merangsek ke barisan pengamanan. Di saat yang hampir bersamaan, seorang pengemudi ojol yang diketahui sedang melintas di area tersebut tidak sempat menghindar.
Kendaraan barracuda yang bergerak dalam kecepatan sedang kemudian menabrak korban hingga terjatuh dan mengalami luka parah. Tim medis lapangan segera mengevakuasi korban, namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Identitas Korban
Korban diketahui bernama Ahmad (34), seorang pengemudi ojek online yang sedang mencari penumpang di sekitar lokasi demonstrasi. Rekan-rekan seprofesinya menyebut Ahmad bukan bagian dari massa aksi, melainkan kebetulan berada di lokasi saat situasi ricuh terjadi.
“Beliau hanya lewat, tidak ikut demo. Kami semua kaget mendengar kabar duka ini,” ujar salah seorang rekan ojol saat ditemui di lokasi kejadian.
Pernyataan Kapolda
Menanggapi insiden ini, Kapolda setempat menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya korban.
“Kami sangat berduka atas meninggalnya saudara kita, pengemudi ojek online, dalam peristiwa kemarin. Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum,” ujar Kapolda dalam konferensi pers pada Jumat pagi.
Kapolda menegaskan pihaknya akan melakukan investigasi internal untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh. Ia menambahkan bahwa aparat yang bertugas di lapangan diminta untuk lebih berhati-hati dalam mengoperasikan kendaraan taktis agar kejadian serupa tidak terulang.
Reaksi Publik & Keluarga
Berita meninggalnya Ahmad langsung viral di media sosial. Tagar #JusticeForOjol sempat masuk daftar trending, dengan ribuan warganet menyuarakan belasungkawa sekaligus menuntut keadilan.
Keluarga korban berharap ada pertanggungjawaban dari pihak terkait. “Kami kehilangan tulang punggung keluarga. Harapan kami ada kejelasan hukum, jangan sampai kasus ini hilang begitu saja,” kata salah satu kerabat Ahmad.
Tuntutan Massa
Selain simpati publik, berbagai organisasi masyarakat sipil juga menyoroti insiden ini. Mereka menilai tragedi tersebut memperlihatkan bagaimana pengendalian massa masih menyisakan masalah serius. Beberapa kelompok bahkan menuntut evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penggunaan kendaraan taktis dalam kerumunan sipil.
Penutup
KOjol Meninggal Ditabrak ematian seorang pengemudi ojol akibat tertabrak barracuda saat demo menambah daftar panjang korban dalam aksi massa di Indonesia. Pernyataan belasungkawa dari Kapolda menjadi langkah awal, namun publik kini menanti tindak lanjut berupa investigasi transparan dan langkah konkret agar insiden serupa tidak terulang.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa di balik demonstrasi dan kericuhan, ada nyawa manusia yang bisa menjadi korban. Keamanan dan keselamatan rakyat tetap harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengendalian aksi.